Cara Menghitung Biaya Pernikahan: Langkah dan Contoh Simulasi

Oleh Tim NaikPelaminan · Diperbarui · 7 menit baca

Cara menghitung biaya pernikahan yang paling praktis adalah mulai dari jumlah tamu, lalu membagi total anggaran ke beberapa kategori dengan persentase, dan menyisihkan 5–10% sebagai dana cadangan. Harga vendor sangat berbeda antar kota, jadi angka di artikel ini adalah simulasi untuk menunjukkan cara menghitung, bukan harga pasar.

Bagaimana cara menghitung biaya pernikahan?

  1. Tentukan jumlah tamu. Hitung undangan, lalu kalikan rata-rata kehadiran (misalnya tiap undangan datang berdua).
  2. Tentukan total anggaran yang realistis dari dana yang sudah ada ditambah kemampuan menabung sampai hari-H.
  3. Sisihkan dana cadangan 5–10% dari total sebelum membagi ke kategori lain.
  4. Bagi sisanya ke kategori dengan persentase sebagai titik awal.
  5. Minta penawaran dari 2–3 vendor per kategori, lalu sesuaikan persentasenya dengan harga nyata.
  6. Catat setiap uang muka dan pelunasan agar sisa anggaran selalu terlihat.

Pembagian anggaran per kategori

Persentase di bawah adalah titik awal yang umum dipakai untuk menyusun rencana. Sesuaikan dengan prioritas kalian; pasangan yang mementingkan foto bisa menambah porsi dokumentasi dan mengurangi dekorasi.

Simulasi pembagian anggaran Rp 50.000.000 (bukan harga pasar)
KategoriPorsiSimulasi
Venue & katering45%Rp 22.500.000
Busana & rias12%Rp 6.000.000
Dekorasi12%Rp 6.000.000
Dokumentasi10%Rp 5.000.000
Undangan, souvenir, seserahan8%Rp 4.000.000
Hiburan & lain-lain5%Rp 2.500.000
Dana cadangan8%Rp 4.000.000

Menghitung biaya katering per tamu

Rumusnya: jumlah porsi × harga per porsi. Jumlah porsi biasanya dilebihkan sedikit dari perkiraan kehadiran untuk berjaga-jaga.

Contoh simulasi: 200 undangan × 2 orang = 400 tamu, ditambah 10% cadangan menjadi 440 porsi. Jika penawaran vendor Rp 45.000 per porsi, biaya katering = 440 × Rp 45.000 = Rp 19.800.000.

Kesalahan umum saat menghitung biaya nikah

  • Menghitung dari keinginan, bukan dari dana yang benar-benar ada.
  • Lupa biaya kecil yang menumpuk: tip, transportasi, konsumsi panitia, biaya admin transfer.
  • Tidak mencatat uang muka, sehingga sisa tagihan vendor tidak terpantau.
  • Tidak menyiapkan dana cadangan.

Pertanyaan umum

Berapa dana cadangan yang perlu disiapkan?

Sebagai titik awal, sisihkan 5–10% dari total anggaran untuk biaya tak terduga.

Apakah persentase anggaran harus sama untuk setiap pasangan?

Tidak. Persentase hanya titik awal. Prioritas, adat, dan jumlah tamu setiap pasangan berbeda, jadi sesuaikan dengan penawaran vendor yang kalian terima.

Baca juga